Daftar Blog Saya

Minggu, 14 Februari 2016

Time

  
Lagi dan lagi waktu tidak bisa kita rayu untuk berhenti sesaat menunggu kita siap berjalan kembali. Waktu dan kita kadang seperti sedang berkejaran. Waktu tidak akan peduli, ketika kamu lengah sedikit. Dia akan meninggalkanmu.

Mau merengek-rengek pengen balik lagi pun gak bakalan mau nih waktu. Apalagi misalnya ngintip masa depan. Di dalam waktu yang sedang berjalan ini, bakalan ada banyak pilihan-pilihan yang menarik. Harus memilah-milah mana yang membuatmu mendekati tujuan atau malah membuatmu jauh dan tersesat. Rasanya baru saja januari dan sekarang di bulan februari. 

Hari ini baru saja bertemu guru les waktu SMA di acara seminar dan ketemu murabbi jaman SMA dulu kangen banget ama teteh ini. Aaakh rasanya sudah lama sekali tapi ngerasa baru kamaren. Beberapa tahun yang lalu, secara logis mungkin seperti lama sekali. Tapi ko ya, tak seperti itu. 

Bahkan di umur yang bertambah ini pun, sungguh seakan baru melihat orang lain berada di fase ini. Ternyata sudah terganti dengan diri sendiri. 

Kadang semua itu terasa membingungkan, menakutkan dan kepastian yang seakan-akan begitu mahal. Setiap hal yang sudah tertulis dan terinci, tak seperti kelihatannya. Daftar-daftar itu seakan-akan saling bertolak belakang, tak sejurusan. 

Ada hal menarik dari buku yang baru saja saya baca , 
"Cita-cita atau impian yang besar bisa membuatmu tertekan, jadi akan sangat menolong jika kamu bisa mengetahui saat-saat dimana dirimu mendapatkan kemenangan-kemenangan kecil. Juga sangatlah penting untuk menghargai setiap langkah yang telah kamu ambil. Meluangkan waktu untuk mengingat kesuksesan kecil akan membuatmu bisa bersyukur, dan kamu akan sadar bahwa kamu berjalan ke arah yang benar (Rebecca Taylor)" 

Kita ajak berteman waktu dan beriringan dengannya, nikmati prosesnya......
Bukan berkutat mana yang harus dipilih, kenyataannya kita harus memilih kemudian berkomitmen.


Jumat, 12 Februari 2016

Decorate Room




“Kamar”adalah dunia kita yang sebenarnya. Maksud saya, sebagian besar waktu kita habiskan di tempat ini. Kita bayangin aja, Tidur berapa jam sehari?, nah tidur di kamar kan yah bukan di kursi, tangga ataupun yang lainnya. Yah kecuali kita sedang bepergian atau ada tamu mungkin kita akan meninggalkan sejenak kamar kita.  

“Kamar” itu menurut saya tempat yang paling comfy untuk berinteraksi. Entah itu berinteraksi dengan diri sendiri, sang Pencipta, sahabat dan juga keluarga. Di tempat ini kita bisa nangis, ketawa, teriak-teriak, ngomong sendiri, senyum-senyum, atau jungkir balik lah yak. 

Sebenarnya mungkin setiap orang punya tempat-tempat favorit di rumahnya. Kalau saya sendiri, mungkin ruangan favorit saya adalah “kamar”. Ditempat ini saya melakukan banyak hal, crafting, nulis, menggambar, membaca, dan banyak hal lainnya. Tempat ini, tempat yang paling setia ketika kamu lelah dan tempat refreshing yang paling dekat. 

Akhir-akhir ini ternyata crafting di kamar cukup bikin repot, mungkin butuh ruangan khusus lagi yang lebih terorganisir. Soalnya bikin kamar super berantakan hahaha
Saya suka dekor kamar sendiri. Menurut saya itu salah satu terapy ketika melihat kamar tampak lebih new dan enak dilihat.

Di kamar saya pasti banyak sekali, kertas-kertas dan post it yang berisi tulisan-tulisan. Saya demen sekali nempel-nempelin itu tulisan. Itu gambar diatas juga pasti bakalan banyak kertas-kertas lagi. Ceritanya di bagian meja belajar udah penuh semua. di pintu masih tertempel target-target tahun kemarin. Yasudah saya bikin lagi saja di bagian samping. Saya gantungin kardus yang saya lapisin bahan hitam, gak tau namanya itu bahan apa. Nah ini bisa berfungsi sebagai mading. Soalnya double tape ternyata ga bisa nempel ditembok ini dan terlalu sayang kalau harus dipaku-paku gitu. 
Karena banyak kain perca, saya buat aja gantungan kaya jemuran. Biar berwarna-warni....hihihi
Kadang kalau lagi mood, saya suka motongin bunga atau tangkai daun dan saya simpan di botol yang berisi air. It's totally make your room more fresh. 

Menurut saya target-target atau ide yang dituliskan itu penting. Tidak hanya disimpan di tempat rahasia seperti buku diary mungkin, tapi juga di tempat-tempat yang setiap hari kita lewati jadi sebagai reminder dan do'a-do'a yang semoga jika ada yang melihatnya mungkin orang-orang yang kita sayangi ikut mendo'akan juga. 
Semoga apa yang saya tempel sedikit demi sedikit bisa terceklis. Merubah suasana kamar itu asyik, mengubah posisi barang-barang dan sortirin yang kira-kira harus dibuang dan disimpan. 

Seberantakan dan absurdnya kamar kamu ataupun rapih bin kinclong. It’s your little world life, right? 

Let's Decorate .......... your little world ..


Sabtu, 30 Januari 2016

A Challange to Grow

Menceburkan diri kedalam sebuah tantangan itu benar-benar bikin kita terus move

move untuk bikin karya, ngasah otak, berpusing-pusing ria.....dan akhirnya justru menemukan hal baru
Beberapa hari yang lalu, ceritanya nyoba ikutan kompetisi “Datsun rising Challenge” Kira-kira H -7 penutupan baru tau infonya. Awalnya ragu, karena takut waktunya gak cukup. Tapi, emang dasar yah. Kompetisi nya terlalu menggoda,  

Salah satu hal yang bikin interest adalah, pengen ketemu mentor-mentornya yang super keren pastinya, dapet pengalaman baru dan hadiah yang tentunya oke. Kalau hadiah tentunya bonus, selain itu juga ini kan social entrepreunership, jadi biasanya kita punya ide usaha dan idenya itu ternyata bermanfaat untuk masyarakat sekitar,terus kepentok sama modal? gak bisa jadi alesan juga sih. Tapi kalau ada yang mau modalin, gimana ga oke tuh. Selain itu bisa punya bisnis sendiri, dan juga tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri. Mungkin kadang-kadang orang mikir, ngapain sih repot-repot ikutan? 

Kalau saya sendiri, karena beberapa bulan terakhir kebanyakan melahap buku-buku wirausaha. Jadi banyak menginspirasi dan mendapatkan saran-saran yang emang mereka sudah alamin. Saya sendiri masih sangat awam sekali, jadi butuh banyak belajar entah itu teori dan prakteknya. Nah, salah satunya itu penulis bilang, ikutan kompetisi wirausaha. Nah, loh.....mulai menggema deh itu kata-kata.
Tapi, hellow itu waktunya mepet loh, berhubung dulu pernah ngalamin di kompetisi yg lain. Walaupun tidak tersubmitted,tapi ada pembelajaran tersendiri. Jadinya, Bismillah aja, hehe......

Menurut saya, kegagalan itu tabungan. Jadi kalau kita gak pernah mencobanya sama sekali. Berarti kita menolak menang

Akhirnya diniatin plus dikerjain juga itu, emang dasar waktunya mepet bin empet jadilah yak seadanya. Masalahnya kan bikin produknya harus riset, coba bikin prototipe nya. Kalau makanan enak ga? unik ga? kalau barang juga harus tahu bahannya apa? enak diliat enggak? fungsionalnya bagaimana benar tidak sesuai bayangan? Ternyata emang butuh waktu, tapi sebenarnya bisa saja kalau kitanya mungkin sebelumnya sudah ada ide dan pernah membuatnya. 

Nyari inspirasi, nyoba searching yang finalis dan pemenang sebelumnya. Ternyata emang ini idenya kan rahasia, jadi kalau tidak menang mereka simpan. Ada juga loh yang ikut kompetisi seperti ini kemudian gagal, eh malah dia beneran realisasiin ide businessnya. Ada hikmahnya juga, pasti yah....
 
Akhirnya ide berseliweran di kepala selama berhari-hari. dan harus dieksekusi salah satu idenya dan dimantepin. Terus kalau lagi jenuh gitu, ngeblank. Biasanya saya jalan-jalan. Dan tiba-tiba lagi ada di Giant aja. Haha saya muter-muterin itu tempat kali aja ada yang menarik. Eh ternyata seru juga, banyak benda-benda aneh disana. Seperti earphone berfungsi sebagai bantal leher, Tempat minum plastik yang bisa dikempesin, kursi kayak balon udara dengan bentuk unik macem-macem deh pokoknya. 
 
Ternyata pas banget dengan apa yang dikatakan , Raul Renanda dengan bukunya berjudul " Mencuri Kreativitas Desainer" Cuma manggut-manggut, oalah  mungkin maksudnya ini toh.....
 
"Desainer dalam bekerja mungkin seperti seorang seniman, mereka menghasilkan karya yang indah,tetapi bedanya adalah mereka tidak mengekspresikan dirinya , melainkan membantu bekerja untuk memecahkan problem dari orang lain, dan menghasilkan karya sesuai dengan kebutuhan orang lain (Raul Renanda)"
 
"if you don't ask, you don't get (stevie Wonder)"
 
Walaupun pada akhirnya, Gak kekirim padahal udah tinggal berapa persen lagi almost done , hikmahnya jadi dapet sedikit bayangan tentang bikin business plan. Soalnya belum pernah bikin. Dan ide-ide yang aneh-aneh , haduuh ampun deh ....

Selasa, 26 Januari 2016

DIY Phone Case

Halohaa.....di bulan pertama tahun 2016 ini saya ingin bikin tutorial lagi. Sudah lama sekali saya tidak membuat tutorial-tutorial. Sebenarnya sih pengen banget bisa bikin yang super detail kaya blogger-blogger yang udah expert.

Kadang suka heran, gimana caranya bisa motret-motretin setiap langkah-langkahnya kalau sendirian. Apa mereka dibantu oleh orang lain?. Dan editing nya mereka itu loh hmhmm keren-keren.
sampai sekarang masih ga ngerti, masih perlu banyak belajar.

DIY project kali ini yaitu Phone Case. Di jaman sekarang banyak yang sudah mempunyai Handphone. Tapi saya suka merhatiin banyak juga yang cuek dengan perawatannya. Kalau menurut saya sih, sepertihalnya manusia HP juga butuh pake baju. Nah ini juga salah satu perawatannya bukan? Saya sering lihat HP mahal-mahal tapi ga pake Case. Kan sayang, bisa kegores, kena cairan, kebanting dsb.
Selain fungsinya untuk melindungi juga jadi bikin moodbooster juga loh. lihat keunikan, warna, motif, dan bentuk-bentuknya.

Nah daripada beli mahal-mahal, atau malah hapenya ga dibajuin. Kita bikin sendiri yuk...........
Bahan-bahannya mudah ditemukan, ramah lingkungan dan pastinya murah dong. Salah satunya yaitu karton susu, ternyata bisa untuk melapisi kain katun motif dan dibentuk menjadi berbagai produk. salah satunya yaitu phone Case ini .

Alat dan Bahan : 
  1. Lem lilin 
  2. Glue Gun 
  3. Kain perca 
  4. Renda 
  5. Karet 
  6. Kain Flanel
  7. Setrikaan
  8. Dua buah karton susu 
  9. Double tape 
  10. Gunting 
  11. Benang dan jarum hanya untuk membuat pita
  12. Pensil atau pulpen 
  13. penggaris
Caranya ? 
  1. Cetak ukuran HP ke karton di bagian yang rata dan tak ada bekas lipatan, buat ukurannya menjadi dua. Dan satu bagian lagi ukuran yang sama tapi dipotong menjadi dua. 
  2. Karton cetakan pertama disandingkan dengan cetakan yang ketiga yang sudah dipotong. Ada jarak 1,5 cm antara cetakan 1 dan cetakan 3. Plester bagian yang berjarak dan bagian yang sudah dipotong 2 bagian tadi. Tempelkan pada kain. 
  3. Bagian plastik yang berwarna perak menempel pada kain yang bagian dalam (motif di bagian luar), kemudian setrika secara perlahan-lahan seluruh bagian hingga menempel. Lepas plester yang menempel. Sehingga cetakan 1 dan cetakan 3 sudah digabungkan menjadi cetakan baru dan tinggal cetakan 2. ketika sudah menempel seluruhnya baru gunting bagian pinggir dan sisakan sedikit untuk dilipat dan disetrika kembali.
  4. Lem bagian pinggir pada bagian yang terdapat lipatan dengan menggunakan glue gun dan lem lilin. Kemudian tempelkan karet, bagian atas dan bawah pada cetakan baru. 
  5. Lakukan hal yang sama pada cetakan kedua, disetiap sudutnya hingga ada 4 bagian yang ditempeli karet.
  6. Tutup dan lem seluruh bagian dengan kain flanel, kemudian gunting secara merata. lakukan hal yang sama pada cetakan ke dua. 
  7. Setelah semuanya dilapisi rekatkan antara cetakan baru dan cetakan kedua. Lem pada bagian paling pinggir. 
  8. Dekor bagian depan dengan renda dan pita. Bisa disesuaikan dengan minat sesuai keinginan pembuatnya.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat tutorialnya, langkah-langkahnya persis seperti ini dan saya terinspirasi dari video ini. 
source : Innova Crafts (https://www.youtube.com/watch?v=IsbL57NCR94)

And here it is, my version phone case. Love it......





Ketika melihat tutorialnya, kayanya ribet, ternyata pas dilaksanain jadi menemukan jawaban-jawabannya. Oh harus kaya gini, kurang begini , dan terjawab satu-satu. Jadi memang harus "just do it" dulu. Dan sabar yah.....

Seberapa jelek atau bagus hasilnya, ada kesenangan tersendiri. Hasil sendiri lebih personal ga ada copy-annya iya kan?

walaupun masih berantakan, but i love it.....hehehe

Semoga bermanfaat, Happy crafting...........



Minggu, 13 Desember 2015

I Love Crafting




sumber gambar: www.craftingfingers.co.uk
Semenjak kecil saya suka berimaginasi, kertas dibentuk sedemikian rupa dan saya imaginasikan dengan sepatu selop. Suka mengotak- atik mesin jahit, sampai ngejahit plastik dan kena tangan teman. Saya lupa tepatnya bagaimana, namanya juga bocah entah umur berapa saat itu. 

I love crafting so much, suka manik-manik, kain berwarna-warni. Rasanya kalau misalkan ke toko kain dan manik-manik pasti bawaannya ngecess mulu. Niatnya beli sedikit, ujung-ujungnya banyak. Karena saya hobby, jadi berapapun saya menghabiskan uang jajan saya. Rasanya senang saja, haha. Itung-itung investasi bahan.

Karenanya saya suka bereksperimen membuat macam-macam karya. Ketika karya itu selesai dan bahkan dipakai orang lain rasanya ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri. Awalnya saya memakai produk saya sendiri. Dan suka me-make over barang-barang jadul. Mungkin karena keunikannya dan tidak ada di pasaran. Akhirnya teman-teman suka penasaran dan iseng-iseng. "Bisa bikin begini-begini gak?" Dan saya akan mengiyakan terlebih dahulu. Kenapa? karena dengan mengiyakan sesuatu yang baru kita akan belajar dan menemukan trik-trik baru. jadi justru kita mengembangkan kreativitas dan keterampilan yang ada. Tapi tentunya sesuatu yang masih bisa kita jangkau dan usahakan. Karena terkadang keterbatasan bahan yang ada. Jangan sampai apa yang dia bayangkan malah mengecewakan. kita harus jujur dengan prosesnya. Makannya ketika melihat orang yang "memesan"ke kita happy justru saya yang lebih happy dan deg-degan hehe. 

Waktu jaman SMA, saya tertular semangat enterpreuneur dari teman saya. Semuanya ngalir gitu aja, dan saya akhirnya menemukan kesenangan tersendiri. Mungkin saat itu, euforia nya tidak seperti sekarang, yang dengan kecanggihan teknologi dan boomingnya enterpreunership. Setiap orang hampir pernah berjualan. Entah itu di dunia maya maupun face to face secara langsung. Saya ingat sekali saat itu, "bros" tidak sebanyak sekarang. bahkan untuk membeli bahannya pun tidak tahu sama sekali dimana. Tapi karena keinginan dan keyakinan sendiri saya bisa menemukannya. Wah ternyata dagangan saya laku hihihi. Belanja, produksi, dan pasarin sendiri. Saya kan suka bikin yang aneh-aneh. Yang kata teman katanya  brosnya kebesaran. Ternyata beberapa tahun kemudian, yups sekarang ini malah ngehits modelnya begitu.

Salah satu mimpi saya mungkin ketika SMP entah SMA. Saya ingin mempunyai galeri craft dan butik sendiri. Sampai-sampai salah satu teman bilang," kenapa gak masuk IKJ aja?"saya terbengong-bengong mendengarnya. soalnya saya waktu itu justru sedang mengejar jurusan lain yang kontradiktif dengan "seni". Sempat sih saya pengen ke jurusan "design" entah itu "designer pakaian" atau mungkin design arsitektur. Tapi saya ambil keputusan, saya jadikan hobby saja. Padahal saya numayan interest di bidang ini.

Saya sebenarnya salut dengan orang yang bisa konsisten dengan cita-citanya dari kecil. Seperti mas Wahyu Aditya ceritakan dalam bukunya Kreatif Sampai Mati , beliau memang dari dulu udah cinta sama "menggambar" hingga jurusan kuliah  pun Advanced Diploma of Interactive Multimedia di KvB Institut of Tech , Sydney Australia. Bisa keukeuh gitu yah hingga menjadi expert. 
Yah begitulah pilihan hidup, kadang kudu transit dulu ke jurusan lain, ada yang udah konsisten dari awal. Atau malah punya beberapa keahlian haha kaya dr Tompi misalnya, seorang penyanyi dan juga dokter. Sah-sah aja, yang penting tekunin apa yang kita cintai dan lakukan yang terbaik. Segalanya mungkin, yang tidak mungkin adalah diri kita sendiri yang membatasinya. Gak harus mentok ! dunia gak sekaku itu, iya gak?


KREATIF adalah tempat dimana  tidak ada orang lain yang pernah mengunjunginya. Kamu harus meninggalkan kota kenyamanan dan pergi ke hutan belantara dengan intuisimu. Apa yang kamu temukan akan menjadi indah. Apa yang kamu temukan adalah diri kamu sendiri (Alan Alda)