Daftar Blog Saya

Rabu, 18 Juli 2018

Keseruan Berburu Buku di Big Bad Wolf




Beberapa bulan yang lalu akhirnya bisa juga kesampaian untuk pergi ke Big Bad Wolf di BSD Tangerang, dan untungnya ada temennya. Nah sebenarnya udah lama pengen cerita ini tapi entah mengapa akhirnya hanya mengawang-ngawang saja di kepala.

Seperti layaknya di bazar-bazar buku lainnya , tentunya kita akan menemukan banyak tumpukan buku-buku tapi kalau menurut saya, setiap bazar buku itu pasti punya style beda-beda entah itu IBF, IIBF, bazar buku di daerah dan tentunya Big Bad Wolf ini. 

Bagi pecinta buku, pasti biasanya mungkin sudah hafal dengan event-event ini dan kapan event-event tersebut diadakan. Tapi menurut saya sendiri perlu banget sih, buat siapin budget, soalnya bakalan banyak buku-buku menarik berkualitas yang sayang banget kalo kelewat gitu aja kesempatannya. 

Tempatnya luas banget dan enggak disekat-sekat ruang gitu, cuma ada keterangan-keterangan genre bukunya. Kita cuma tinggal bawa keranjang belanja beroda yang siap kita bawa kemana-mana. Beda banget kan ketika kita ke IBF misalnya, yang biasanya banyak ruang-ruang dari berbagai penerbit. Kalau ini nyampur aja gitu, diibaratin kaya toko buku super gede tapi ga pake rak buku. 










Nah, pas kesana ternyata emang rame banget, makin sore makin banyak orang. Saya ambilah itu keranjang dan mulai mengitari buku-buku. Salahnya saya waktu itu, ngerasanya kaya di toko buku biasa gitu yah, nah sedangkan ini kan luas banget dan banyak. jadi saya tuh muter-muter dulu tanpa naro bukunya kalau saya merasa tertarik, lah otomatis itu keranjang saya  bawa muter-muter tapi kosong , eleuh-eleuh kumaha eta kan enggak praktis banget yak. saya cuma inget-inget owh saya suka nih sama buku A, saya taro dulu nanti saya balik lagi gitu. Pas kita nyari buku kan kita baca bener-bener depan belakang, kalau ada yang sudah terbuka bisa lihat isi-isinya dan ini membutuhkan waktu yang enggak sebentar. Sedangkan dari serang ke BSD itu numayan jauh, jadi sangat terbatas waktunya. 

Waktu pun enggak kerasa udah mulai sore, setelah muter-muter sana-sini ternyata saya lama banget di buku Craft , gila ini sih surga dunia saya banget nih. saya buka satu-satu, rata-rata isinya gambar, dan jenis buku impor. jadi saya lihat dulu kira-kira saya perlu enggak nih di buku craft, karena emang kita punya banyak pilihan jadi harus memprioritaskan yang paling disukai saja dan dibutuhkan. Bukunya dari harga jutaan, ratusan hingga puluhan ada deh pokoknya. 

Ceritanya pas waktunya mepet mau pulang, saya baru kelabakan buku-buku yang mau saya beli masih di tempat semula belum saya ambil ke keranjang. Ini pengen ketawa sebenarnya, di waktu yang mepet itu saya langsung pontang panting nyari buku-buku nya. Ada yang ketemu dan ada juga yang enggak, saking udah bingungnya saya pun , ngambil buku berdasarkan merk depannya, misalnya Best Seller, International best seller yang intinya itu buku recomended banget buat dibaca, padahal enggak tahu pengarangnya dan baru liat juga. Soalnya saya kalau nyari buku suka gitu sih, kalau best seller biasanya bagus padahal mungkin enggak gitu juga yak. Apalagi yang buku impor, asing banget kayanya mau nyari pengarangnya siapa gitu. jadi dilihat isinya dan kalau novel liat best seller apa enggaknya, absurd banget emang.

Kelebihannya di Big Bad Wolf ini kalau menurut saya adalah , miringnya harga buku-buku impor. Kalau harga aslinya lumayan jauh banget sama banyak banget buku-buku anak yang menarik. Banyak gambar-gambar, cerita, dan permainannya. Dan disini lebih lengkep, mau buku genre apa aja ada. Cuman memang kita harus pinter-pinter juga atur waktunya, walaupun udah di-list bisa buyar deh kalau udah di tempat. 

Jadi memang kita muter-muter sambil ambil buku yang menarik gapapa walupun menumpuk banyak. Nanti akan di sortir pas mau ke kasir, kita bisa pilh-pilih lagi. Jadi tidak harus dikembalikan ke tempat semula, jangan salah strategi kaya saya, kelabakan jadinya. haha...Seruu...





Senin, 09 April 2018

Apakah penting memiliki tujuan?

Di suatu pagi yang selow , ketika saya sedang melakukan hal lain dan ketika televisi sedang menyala, saya sebenarnya sedang tidak menonton hanya mendengar dari kejauhan saja. Tiba-tiba saja tema yang dibicarakan pembicara dan host TV ternyata menarik saya untuk mendengarkan lebih lanjut tentang "Tujuan"

"Tujuan itu bukan untuk dicapai, tetapi untuk dijalani" (anonim)

Berhubung saya sendiri tidak menyimak dari awal, jadi saya tidak tahu pematerinya siapa dan sebagai apa ditambah tidak ada keterangan di layar kaca. Dari yang saya simak, saya menebak mungkin sepertinya pematerinya adalah seorang konsultan. 

Disini menarik sekali, beliau menjelaskan bahwa tujuan itu jikalau misalkan tentang pencapaian, maka kita akan berpikir "lantas apa yang akan kita lakukan jikalau sebuah tujuan itu telah kita capai? " atau kebalikannya mungkin akan terasa berat ketika tujuan itu tidak dapat kita capai. 

Ketika kita ingin mencapai tujuan misalkan ingin berpengaruh terhadap jutaan orang . Tujuan itu ya dijalani. Dengan langkah-langkah yang kita lakukan , mungkin prosesnya tidaklah cepat. Tapi ya karena memang harus dijalani, maka tidak akan membuat kita berat dan merasa frustasi , mungkin itu kira-kira hal yang bisa saya simpulkan. Beliau memang menitikbertkan bahwa "mengenali tujuan itu penting". 

Beliau pun bercerita , dan menurut saya ceritanya "ngena banget " dan ceritanya didengar dari temannya.

x:  "kamu bayangkan ada seekor tikus dan kucing dalam ruangan ini, dan mereka sedang berlarian. Si kucing sedang berlarian mengejar tikus"
y:.............
x :"sudah kebayang"
y:" iya"
x:"apa yang kamu pikirkan"
y:"Kucing sedang mengejar tikus"
x: "Suatu ketika, kamu hanya melihat kucing yang pontang panting berlarian tapi tidak melihat tikus di sekelilingnya "
y:"Apa yang kamu pikirkan?"
x:"Kucing itu sedang ngapain? mengejar apa? gilak kali ya pontang-panting enggak jelas"

Diibaratkan tikus itu adalah tujuan, dan kucingnya itu adalah seseorang yang sedang mengejar tujuannya, kita yang melihatnya akan merasa itu adalah sesuatu yang wajar karena kita bisa melihat tujuannya. "Kucing mengejar tikus"

Bagaimana jadinya pada cerita kedua? kita tidak dapat melihat tujuan orang tersebut. Apa yang sedang dia lakukan? Ko memilih jalan yang berbeda, kenapa begini , kenapa begitu, kenapa enggak memilih jalan x atau kenapa memilih jalan y yang sepi dan sederet pertanyaan yang tidak akan pernah kita pahami. Disini kita paham bahwa setiap orang memiliki tujuannya masing-masing yang terkadang memang tidak kita pahami sepenuhnya oleh orang-orang di sekitarnya yang sedang melihatnya. Karena setiap orang memang punya tujuan dan bayangan yang mungkin orang lain belum tentu bisa menerjemahkannya. Dan disinilah pentingnya komunikasi dengan orang-orang terdekat kita, misanya keluarga kita. Kenapa kita mengambil keputusan x , dan mau ngapain? Ini harus kita jelaskan. Walaupun mungkin awalnya sulit, jikalau kita bisa mengkomunikasikannya lama-lama orang-orang terdekat kita akan melihat maksud yang ingin diwujudkan tersebut.

Pernah dengar cerita Jack Ma membangun Alibaba.com? 
Beliau punya keyakinan tentang apa yang diimpikannya dimana orang-orang disekelilingnya tidak bisa meneropong apa tujuan Jack Ma , enggak nyampe apa yang dibayangkannya. 

Apalagi internet pada masa itu masih terasa begitu asing, hingga yang mempercayai Jack Ma ini hanya segelintir orang saja. Mungkin cerita lengkapnya bisa di cari di youtube atau ke mbah google , hehehe

Saya membayangkan Seorang Jack Ma yang menurut saya tanpa keyakinan dan kerja keras mungkin tidak akan bisa mewujudkan apa yang diimpikannya. Pada tertawaan dan cemoohan orang-orang yang mungkin belum paham arahnya waktu itu. Tapi waktulah yang menjawabnya dan enggak semua orang  mau berjuang dan bertahan pada apa yang diyakininya bahkan gampang tumbang hanya karena tidak dipahami oleh orang lain. 

Suatu ketika kaka saya juga pernah mengatakan
"Jikalau sedanng punya tujuan , pegang tujuannya jangan lihat perjalanannya"

Enggak gampang memang ketika kita sedang menuju suatu hal, tapi semoga apa-apa yang sedang kita perjuangkan di dalam prosesnya yang mungkin tidak mudah tidak membuat kita gampang menyerah. Karena tujuan itu punya waktunya untuk bisa terwujud, bisa cepat atau bahkan lambat. Tapi jikalau kita terus berjalan, sebenarnya jarak itu akan terus melipat hingga mendekat.








 

Rabu, 29 November 2017

Berbaik Sangka

Apa yang kita pikirkan ketika kita sedang dalam keadaan yang mungkin kurang menyenangkan, atau tiba-tiba ada musibah yang melanda. Sedih? bingung? atau mungkin kita malah berburuk sangka kepada Allah? 

Duh, jangan sampai ya.......
Bayangin aja, kita lagi kesusahan bukannya kita minta tolong ke Allah biar dikasih petunjuk dan pertolongan. Ini malah kita merengek kaya bocah cilik, cengeng, ngambek dan lain-lain. 

Dulu ketika jaman SMA , pas di tempat bimbel ada tuh biasanya pelajaran BIP, ini moodboster banget pas lagi crowded sama pelajaran yang serius bikin otak panas. Pas pelajaran ini, biasanya banyak banget motivasinya. Bikin hati dan otak semeriwing hehehe....

Waktu pelajaran itu, saya tiba-tiba dapat buku yang tadinya dikira akan mendapat pertanyaan malah dapat hadiah. Jadi bukunya itu bergantian ke setiap orang diputerin ke seluruh siswi di kelas, pas nyanyiannya berhenti, maka siswi tersebut wajib menjawab pertanyaan yang terselip di dalam buku. Dan you know lah yak, ga semua orang suka akan pertanyaan. Terus saya selow aja gitu, dan jreng-jreng , kena juga . Pas dibuka ternyata tulisannya adalah "Buku ini buat saya".  

Waktu  itu guru saya menceritakan moral of story dari permainan tersebut, diibiratkan pertanyaan-pertanyaan adalah musibah dan tiba-tiba secara tidak sengaja kita kena , Lalu kita mikir "waduh musibah".Tapi ternyata dibalik itu semua bisa jadi itu adalah anugrah, yah diibaratkannya dengan hadiah "buku" tadi. 

Kira-kira seingat saya ceritanya begitu, ma'lum udah berapa tahun yah jaman putih abu berlalu.

Jadi  jangan pernah bosen bersyukur dan berbaik sangka kepada Allah . Karena apapun itu Allah lah yang maha tahu tentang segala hal yang terbaik dan kita butuhkan. 

Selalu akan ada hikmah dibalik kesulitan , dan akan ada pembelajaran yang membuat kita kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


kertas yang berisi pesan ini original,  masih ada dari semenjak beberapa tahun yang lalu

Akhirnya bukunya sering saya bawa kalau lagi liqo, Anak-anak seneng pas baca buku ini. Mudah dipahami dan ukurannya enggak terlalu gede. Malah nanyain bukunya beli dimana, hehehehe....





Selasa, 24 Oktober 2017

Hiburan seperti apakah yang kita inginkan?

Beberapa waktu yang lalu ketika mendengarkan materi tentang amal jama'i saya terdiam sesaat dengan kata-kata ini" Hiburan itu seharusnya bukannya kita pergi ke suatu tempat dan menghabiskan banyak uang. Baksos juga hiburan, baca buku dan hal-hal bermanfaat lainnya. Kita keluar dulu dari padatnya pekerjaan sehari-hari kita. Coba ajak anak kita dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Biasanya mereka akan lebih peka dan peduli daripada hanya menghabiskan uang dan jalan-jalan gak jelas" Mungkin kira-kira begitu kata-katanya. 

Suatu ketika pula ketika sedang liqo mungkin melihat anggota liqo yang sedang menyusut dan sedang ada agenda lain sehingga banyak yang tidak hadir, murobbi saya mengatakan bahwa " saya tuh seneng banget kalau mau liqo, malah dinanti-nanti dan rindu. Keluar dari rutinitas biasa entah itu mungkin ngajar, kegiatan rumah, dan pekerjaan lainnya. Bisa saling bertemu dan tanya kabar"

Ketika kita sudah senang dengan suatu hal, kita enggak akan ngerasa berat dan banyak alasan untuk enggak datang atau tidak ikut kegiatan tersebut, seperti apakah hiburan-hiburan yang ingin kita dapatkan? seperti itu jugakah atau yang lainnya ?

Dan yang bikin so sweet itu, ketika kita mengajak orang-orang tersayang untuk ikut bersama dalam lingkaran kebaikan. Ceritanya kemarin pas Diklatsar ada peserta couple. Duh Bikin Baper para jomblo fisabilillah inih hihihi. Dari mulai duduk deketan pas dengerin materi, terus pas ada tantangan Tanggap Bencana saling kode nyoba tantangan, outbond gandengan. Tenang , mereka udah halal hehehe. 

Bahkan sekeluarga ikutan diklatsar, wah ini menarik banget kan. Para relawan-relawan kecil  lihat orang tuanya beraksi, bahkan digendong naik turun gunung. 

Pada intinya hiburan itu sebenarnya ada dalam diri kita, kita bisa menganggap cukup kumpul keluarga adalah hiburan, makan makanan kesukaan , ketemu  teman, bahkan mungkin ada bahkan bekerja juga adalah hiburan. Akhirnya maknanya tergantung ke individu nya lagi. What they habbit to make them happy. Semoga apa yang kita pilih sesuatu yang baik dan bermanfaat. Karena sesuatu yang kurang baik dan kurang bermanfaat biasanya hanya memberi kebahagiaan sesaat.

Minggu, 01 Oktober 2017

Room Decor : Taneman tangguh

Hello October, hihihihi semangat!! semangat !!

Kali ini lagi pengen ngomongin tentang nge-decor ruangan biar adem. Bagi yang suka ganti-ganti suasana ruangan pasti suka jenuh kalau ruangan yang posisi-posisi bendanya gitu-gitu aja atau pengen nambahin apa gitu biar suasana lebih oke dan bikin good mood. 

Saya sendiri termasuk orang yang suka banget bikin suasana baru ruangan. Entah itu bikin decor sendiri , mindahin barang-barang biar gak jenuh atau suka motongin taneman terus dikasih air, ditaro deh di meja belajar. 

Biasanya taneman-taneman itu bakalan layu dan menguning dalam waktu sehari, dua hari, 3 hari . Agak repot kan? Kalo lagi ada bunga melati, pas lagi kuncupnya tuh enak banget wanginya pas mekar . Tapi ya gitu biasanya cepet layu. Kebetulan karena keisengan saya yang satu ini. suatu ketika saya motongin taneman tanpa bunga dan saya taro di pot beling bekas minuman kemasan yang udah saya bersihin. Karena itu taneman gak layu-layu saya biarin aja tuh. Enggak diapa-apain. Eh ternyata tumbuh lah ituh, jadi banyak akarnya. tanemannya bisa tumbuh di darat dan di air. Padahal gak tau kalo bakalan tumbuh. Perawatannya juga gak ribet, malah dibiarin aja juga tumbuh dengan baik.Taneman ini emang taneman tangguh.











Pernah banget , taneman-taneman di taro di ruang tengah. Tapi tanemannya taneman pake media tanah yang udah dialasin lagi. karena di ruangan enggak kena sinar matahari jadi sekali-kali harus dijemur di di depan biar dapet sinar matahari, kalo enggak gitu sukanya layu dan menguning. Selain itu juga harus di siram dibawa ke pekarangan, sedangkan itu gak cuma satu pot, hehehe. Tapi bonusnya, di rumah jadi adem sih, ngilangin stress. Cuman kadang ada binatang-bintang kecil gitu, mungkin karena dari media tanah itu kali ya. Jadinya kalo di kamar gak pake media tanah , yang media air aja. Dan ini recomended banget. Walaupun enggak tau nama tanemannya apa. 

Ternyata ini namanya japanese bamboo , pas penasaran nyari-nyari apa namanya di google hehe


Dan kalo dibentuk, jadi cakep, apalagi ditambah pot nya yang unik. 





Selain fungsinya untuk dekorasi juga , banyak manfaatnya ternyata. Meningkatkan kadar oksigen, menyerap racun dalam rumah yang bisa berasal dari karpet, rokok atau cat. Selain itu bisa meredakan stres dan mungkin masih banyak lagi manfaatnya. Bisa juga baca ini dan  juga ini

Ada ide malah, biar kaya kebun gantung gitu. Kayanya bisa nah, botol-botol beling yang enggak dipake terus disusun di kawat gitu. Dan tanemannya , taneman ini. banyak di google contohnya cakep-cakep. 

Bisa ditaro dimana aja ^.^

 
Semoga bermanfaat..........









Selasa, 26 September 2017

Ketika Tagline bukan sekedar Tagline



Akhir-akhir ini saya sering tak sengaja melihat poster salah satu calon walikota yang saya garis bawahi taglain nya “menuju kota serang cantik”. Saya mikir keras dengan kalimat tersebut. Biasanya yang saya tahu taglainnya pasti tentang perubahan-perubahan yang bahasanya mungkin lebih familiar dipakai. 

Menurut saya kalimat itu agak janggal dipakai. Coba kalo misalkan bahasanya dirubah “menuju provinsi Banten cantik” atau “menuju desa X cantik” . Saya jadi tiba-tiba terpikir sepertinya memang kata-kata semboyan “cantik” ini lagi hits, yups kata-kata itu menjadi sangat terkenal karena sering dipakai oleh Syahrini.  Biasanya semboyan yang sering terdengar yaitu “maju mundur cantik” atau “ngopi cantik”.
Yang jelas menurut saya pribadi, agak kurang tepat aja penggunannya. Apalagi itu ibaratnya kan buat iklan pencalonan yang biasanya kata-katanya agak serius dan meyakinkan. Walaupun mungkin ada kata-kata yang nyeleneh , tergantung kekreatifan dari tim suksesnya mungkin. Tapi biasanya sesuatu hal yang sebenarnya agar mudah diingat oleh masyarakat tapi mengena. 

Dan ada hal yang menggelitik di benak saya dimana dari taglain-taglain yang mereka tonjolkan berartikan ada perubahan yang ingin mereka prioritaskan. Dan apakah prioritas mereka tentang kecantikan kota? Sedangkan mungkin masih banyak PR yang harus dikerjakan selain dari penataan kota. Entah itu mungkin dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dll. 

Saat ini orang berlomba-lomba menjadi pejabat. Berarti menjadi pejabat itu sesuatu hal yang mengasyikan? Padahal ada tanggung jawab besar  disana. Terutama tanggung jawab di akhirat kelak. Jikalau amanah itu justru menggelincirkan kita pada cintanya kita terhadap dunia padahal kita sudah tahu itu fana, celakalah kita.
Para pejabat membangun ini itu di daerahnya, terus tidak lama kemudian terciduk KPK, karena dana suap dan lain-lain dengan jumlah sekian-sekian. Rasanya seperti kepercayaan itu murah sekali bagi mereka. Padahal kepercayaan itu mahal, tak ternilai.
Pada zaman ini yang hitam dan putih seperti sudah bercampur begitu saja, seperti warna abu-abu yang sudah biasa di masyarakat. Zaman yang membuat kita geleng-geleng kepala. Dimana penjahat dan korban seperti bunglon yang tak bisa dideteksi. 

Kembali lagi ke pencalonan. Saya teringat oleh kata-kata pa Rhenald Kasali dalam bukunya yang berjudul Self Driving, Kira-kira begini kata-katanya mungkin tidak terlalu persis, intinya saja : Menjadi seorang pemimpin  itu seharusnya bisa menjadi seseorang yang bukan hanya sekedar menjalankan program-program yang sudah ada, lebih dari itu kudu kreatif yang intinya seorang pemimpin juga mungkin bisa hanya sekedar pemimpin tapi passanger, bukan seorang driver. Dalam artian disini adalah mentalitasnya. Dimana seorang driver itu harus bisa melakukan perubahan, mengambil resiko, menyukai tantangan baru, dan lain-lain. 

Terkadang kita sendiri bingung sebagai masyarakat, seperti tidak ada pilihan. Kita enggak terlalu kenal siapa calon pemimpin kita, apa track recordnya. Tapi harus memilih. Kita hanya kenal gambar-gambar mereka yang bertebaran dimana-mana. 

Akhirnya "kata-kata" memang mungkin bukan sekedar "kata-kata" dibalik itu ada makna didalaamnya. Tagline ternyata bukan sekedar tagline, ada pesan yang ingin disampaikan di dalamnya.


Sabtu, 16 September 2017

Get Up


Get up,
See a beautiful thing around you
That always make you feel grateful for everything you have

Get up,
Your room maybe your comfort zone
But outside is maybe more enchant

Get up,
Maybe you want a perfect life
But you born to this world, you still alive and healthy , it is a perfect isn't it?

Get up,
Patient maybe not easy, you need learn more for that
But you know, what will you get if you pass through  it

Get up,
Struggle is always not easy
But you need it to always be sane to face uncertainty life

Maybe our way not always be straight and not arrive on time to the place we go
But life is a collection of surprises that we never knew
We don't know where is our step to go 
However we have plan a, b, c,d
We are just a human do not know anything

Early get up is not always be loss 
You need a quiet atmosphere in the noisy of life

Get up
Get up
Get up

You are not just a dreamer, isn't it?