Daftar Blog Saya

Selasa, 24 Oktober 2017

Hiburan seperti apakah yang kita inginkan?

Beberapa waktu yang lalu ketika mendengarkan materi tentang amal jama'i saya terdiam sesaat dengan kata-kata ini" Hiburan itu seharusnya bukannya kita pergi ke suatu tempat dan menghabiskan banyak uang. Baksos juga hiburan, baca buku dan hal-hal bermanfaat lainnya. Kita keluar dulu dari padatnya pekerjaan sehari-hari kita. Coba ajak anak kita dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Biasanya mereka akan lebih peka dan peduli daripada hanya menghabiskan uang dan jalan-jalan gak jelas" Mungkin kira-kira begitu kata-katanya. 

Suatu ketika pula ketika sedang liqo mungkin melihat anggota liqo yang sedang menyusut dan sedang ada agenda lain sehingga banyak yang tidak hadir, murobbi saya mengatakan bahwa " saya tuh seneng banget kalau mau liqo, malah dinanti-nanti dan rindu. Keluar dari rutinitas biasa entah itu mungkin ngajar, kegiatan rumah, dan pekerjaan lainnya. Bisa saling bertemu dan tanya kabar"

Ketika kita sudah senang dengan suatu hal, kita enggak akan ngerasa berat dan banyak alasan untuk enggak datang atau tidak ikut kegiatan tersebut, seperti apakah hiburan-hiburan yang ingin kita dapatkan? seperti itu jugakah atau yang lainnya ?

Dan yang bikin so sweet itu, ketika kita mengajak orang-orang tersayang untuk ikut bersama dalam lingkaran kebaikan. Ceritanya kemarin pas Diklatsar ada peserta couple. Duh Bikin Baper para jomblo fisabilillah inih hihihi. Dari mulai duduk deketan pas dengerin materi, terus pas ada tantangan Tanggap Bencana saling kode nyoba tantangan, outbond gandengan. Tenang , mereka udah halal hehehe. 

Bahkan sekeluarga ikutan diklatsar, wah ini menarik banget kan. Para relawan-relawan kecil  lihat orang tuanya beraksi, bahkan digendong naik turun gunung. 

Pada intinya hiburan itu sebenarnya ada dalam diri kita, kita bisa menganggap cukup kumpul keluarga adalah hiburan, makan makanan kesukaan , ketemu  teman, bahkan mungkin ada bahkan bekerja juga adalah hiburan. Akhirnya maknanya tergantung ke individu nya lagi. What they habbit to make them happy. Semoga apa yang kita pilih sesuatu yang baik dan bermanfaat. Karena sesuatu yang kurang baik dan kurang bermanfaat biasanya hanya memberi kebahagiaan sesaat.

Minggu, 01 Oktober 2017

Room Decor : Taneman tangguh

Hello October, hihihihi semangat!! semangat !!

Kali ini lagi pengen ngomongin tentang nge-decor ruangan biar adem. Bagi yang suka ganti-ganti suasana ruangan pasti suka jenuh kalau ruangan yang posisi-posisi bendanya gitu-gitu aja atau pengen nambahin apa gitu biar suasana lebih oke dan bikin good mood. 

Saya sendiri termasuk orang yang suka banget bikin suasana baru ruangan. Entah itu bikin decor sendiri , mindahin barang-barang biar gak jenuh atau suka motongin taneman terus dikasih air, ditaro deh di meja belajar. 

Biasanya taneman-taneman itu bakalan layu dan menguning dalam waktu sehari, dua hari, 3 hari . Agak repot kan? Kalo lagi ada bunga melati, pas lagi kuncupnya tuh enak banget wanginya pas mekar . Tapi ya gitu biasanya cepet layu. Kebetulan karena keisengan saya yang satu ini. suatu ketika saya motongin taneman tanpa bunga dan saya taro di pot beling bekas minuman kemasan yang udah saya bersihin. Karena itu taneman gak layu-layu saya biarin aja tuh. Enggak diapa-apain. Eh ternyata tumbuh lah ituh, jadi banyak akarnya. tanemannya bisa tumbuh di darat dan di air. Padahal gak tau kalo bakalan tumbuh. Perawatannya juga gak ribet, malah dibiarin aja juga tumbuh dengan baik.Taneman ini emang taneman tangguh.











Pernah banget , taneman-taneman di taro di ruang tengah. Tapi tanemannya taneman pake media tanah yang udah dialasin lagi. karena di ruangan enggak kena sinar matahari jadi sekali-kali harus dijemur di di depan biar dapet sinar matahari, kalo enggak gitu sukanya layu dan menguning. Selain itu juga harus di siram dibawa ke pekarangan, sedangkan itu gak cuma satu pot, hehehe. Tapi bonusnya, di rumah jadi adem sih, ngilangin stress. Cuman kadang ada binatang-bintang kecil gitu, mungkin karena dari media tanah itu kali ya. Jadinya kalo di kamar gak pake media tanah , yang media air aja. Dan ini recomended banget. Walaupun enggak tau nama tanemannya apa. 

Ternyata ini namanya japanese bamboo , pas penasaran nyari-nyari apa namanya di google hehe


Dan kalo dibentuk, jadi cakep, apalagi ditambah pot nya yang unik. 





Selain fungsinya untuk dekorasi juga , banyak manfaatnya ternyata. Meningkatkan kadar oksigen, menyerap racun dalam rumah yang bisa berasal dari karpet, rokok atau cat. Selain itu bisa meredakan stres dan mungkin masih banyak lagi manfaatnya. Bisa juga baca ini dan  juga ini

Ada ide malah, biar kaya kebun gantung gitu. Kayanya bisa nah, botol-botol beling yang enggak dipake terus disusun di kawat gitu. Dan tanemannya , taneman ini. banyak di google contohnya cakep-cakep. 

Bisa ditaro dimana aja ^.^

 
Semoga bermanfaat..........









Selasa, 26 September 2017

Ketika Tagline bukan sekedar Tagline



Akhir-akhir ini saya sering tak sengaja melihat poster salah satu calon walikota yang saya garis bawahi taglain nya “menuju kota serang cantik”. Saya mikir keras dengan kalimat tersebut. Biasanya yang saya tahu taglainnya pasti tentang perubahan-perubahan yang bahasanya mungkin lebih familiar dipakai. 

Menurut saya kalimat itu agak janggal dipakai. Coba kalo misalkan bahasanya dirubah “menuju provinsi Banten cantik” atau “menuju desa X cantik” . Saya jadi tiba-tiba terpikir sepertinya memang kata-kata semboyan “cantik” ini lagi hits, yups kata-kata itu menjadi sangat terkenal karena sering dipakai oleh Syahrini.  Biasanya semboyan yang sering terdengar yaitu “maju mundur cantik” atau “ngopi cantik”.
Yang jelas menurut saya pribadi, agak kurang tepat aja penggunannya. Apalagi itu ibaratnya kan buat iklan pencalonan yang biasanya kata-katanya agak serius dan meyakinkan. Walaupun mungkin ada kata-kata yang nyeleneh , tergantung kekreatifan dari tim suksesnya mungkin. Tapi biasanya sesuatu hal yang sebenarnya agar mudah diingat oleh masyarakat tapi mengena. 

Dan ada hal yang menggelitik di benak saya dimana dari taglain-taglain yang mereka tonjolkan berartikan ada perubahan yang ingin mereka prioritaskan. Dan apakah prioritas mereka tentang kecantikan kota? Sedangkan mungkin masih banyak PR yang harus dikerjakan selain dari penataan kota. Entah itu mungkin dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dll. 

Saat ini orang berlomba-lomba menjadi pejabat. Berarti menjadi pejabat itu sesuatu hal yang mengasyikan? Padahal ada tanggung jawab besar  disana. Terutama tanggung jawab di akhirat kelak. Jikalau amanah itu justru menggelincirkan kita pada cintanya kita terhadap dunia padahal kita sudah tahu itu fana, celakalah kita.
Para pejabat membangun ini itu di daerahnya, terus tidak lama kemudian terciduk KPK, karena dana suap dan lain-lain dengan jumlah sekian-sekian. Rasanya seperti kepercayaan itu murah sekali bagi mereka. Padahal kepercayaan itu mahal, tak ternilai.
Pada zaman ini yang hitam dan putih seperti sudah bercampur begitu saja, seperti warna abu-abu yang sudah biasa di masyarakat. Zaman yang membuat kita geleng-geleng kepala. Dimana penjahat dan korban seperti bunglon yang tak bisa dideteksi. 

Kembali lagi ke pencalonan. Saya teringat oleh kata-kata pa Rhenald Kasali dalam bukunya yang berjudul Self Driving, Kira-kira begini kata-katanya mungkin tidak terlalu persis, intinya saja : Menjadi seorang pemimpin  itu seharusnya bisa menjadi seseorang yang bukan hanya sekedar menjalankan program-program yang sudah ada, lebih dari itu kudu kreatif yang intinya seorang pemimpin juga mungkin bisa hanya sekedar pemimpin tapi passanger, bukan seorang driver. Dalam artian disini adalah mentalitasnya. Dimana seorang driver itu harus bisa melakukan perubahan, mengambil resiko, menyukai tantangan baru, dan lain-lain. 

Terkadang kita sendiri bingung sebagai masyarakat, seperti tidak ada pilihan. Kita enggak terlalu kenal siapa calon pemimpin kita, apa track recordnya. Tapi harus memilih. Kita hanya kenal gambar-gambar mereka yang bertebaran dimana-mana. 

Akhirnya "kata-kata" memang mungkin bukan sekedar "kata-kata" dibalik itu ada makna didalaamnya. Tagline ternyata bukan sekedar tagline, ada pesan yang ingin disampaikan di dalamnya.


Sabtu, 16 September 2017

Get Up


Get up,
See a beautiful thing around you
That always make you feel grateful for everything you have

Get up,
Your room maybe your comfort zone
But outside is maybe more enchant

Get up,
Maybe you want a perfect life
But you born to this world, you still alive and healthy , it is a perfect isn't it?

Get up,
Patient maybe not easy, you need learn more for that
But you know, what will you get if you pass through  it

Get up,
Struggle is always not easy
But you need it to always be sane to face uncertainty life

Maybe our way not always be straight and not arrive on time to the place we go
But life is a collection of surprises that we never knew
We don't know where is our step to go 
However we have plan a, b, c,d
We are just a human do not know anything

Early get up is not always be loss 
You need a quiet atmosphere in the noisy of life

Get up
Get up
Get up

You are not just a dreamer, isn't it?





Selasa, 01 Agustus 2017

Ketika Kecanggihan Teknologi Menyapa Kita

Beberapa waktu yang lalu pas lagi ngumpul sama saudara, dan saudara saya kira-kira umurnya terpaut sangat jauh dengan saya. Mereka pun ngobrolin tentang dunia internet , khususnya facebook dan whatsapp. 

Mungkin menurut kita yang millenneal,  sosial media bukanlah hal asing lagi. Apalagi bocah cilik-bocah cilik yang sering banget ngotak-ngatik hape , tanpa kita pandu pun mereka akan bisa sendiri. Semakin kita berumur , rasa-rasanya ada banyak hal yang kita takutkan . Takut rusak, atau mungkin kenapa-kenapa. Mangkannya biasanya minta diajarin sama buah hatinya.

Menurut kita mungkin sederhana, tapi menurut orang tua kita pasti berbeda. 

Sampai , saudara saya nyeletuk " mendingan jaman bengen bae yah, siki mah apa whatsapp an bae ntek waktune ora bisa megawe apeu-apeu" ( mendingan jaman dulu aja yah, sekarangmah whatsapp an aja , waktunya habis ga bisa ngerjain apa-apa)

Terus cerita tentang saking emang udah jamannya begitu, serba internet dan teknologi. Sehingga kalo enggak ngikutin misalkan pakai sms. Ga bakalan nyampe informasinya. 
selain curcolan tentang teknologi yang makin canggih semakin memudahkan manusia. Ternyata mereka juga curhat kangen jaman dulu. Dimana mungkin hidup itu lebih adem ayem. Informasi cukup dari televisi, koran dan buku. Enggak sibuk dengan sosial media ini itu.

Karena saya paling junior, jadi paling dengerin sambil senyam senyum aja. 

"Kita akan kangen masa-masa dimana mimpi itu belum begitu nyata"

Teknologi canggih, bukankah mimpi-mimpi manusia generasi terdahulu kita, sebelum akhirnya bisa nyata pada saat ini? 

sosial media kadang mungkin seakan mengontrol kehidupan kita, bukan malah sebaliknya dan pada akhirnya dikembalikan lagi kepada individu yang menggunakannya. Seperti layaknya pisau , bisa bermanfaat atau melukai kita. 

Dan pada akhirnya manusia memang rewel, ketika serba mudah inginnya enggak mudah-mudah amat. Ketika serba sulit, pengennya serba mudah. 

Kaya lagu doraemon " aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali"

Life ^.^


Senin, 31 Juli 2017

Empty Page

I want to fill this page with my own  pen, not just black ink but colourful ink. And the effect glitter ink maybe more beutiful to see it. Iam verry like book with full of words story. But sometimes in the crowded of words i need space to think and make something. And yes, maybe i need empty page. From the empty page we can create something. Full of words i want to convey through the story, drawing something good, or iam just to leave it blank.

If you have a book with empty page, the book waiting you to write something with your hand. No matter  if it just a streaks, that's your own.


Jumat, 28 Juli 2017

Hello my world


Setelah sekian lama minta ijin pergi ke tanah abang, akhirnya ada juga temen yang mau pergi bareng hehehe. Kalo ga ada temennya, bakalan susah diijinin. Sebenarnya sebelum dan pas ramadhan diajakin saudara. Cuman kayaknya bakalan rame banget, jadinya baru kesampaian senin kemarin. 

Udah lama banget enggak naik kereta, ternyata udah ada perubahan. Kalau dulu langsung ke tanah abang enggak pake transit dulu. Suasananya pun luar biasa enggak nyaman, lain lagi sekarang udah super comfy dari berangkat hingga pulang dan jam berangkat dan pulang pun lebih banyak jamnya. 

Pas nyampe, ternyata kita agak sedikit pusing karena sepertinya efek dari begadang pas malemnya dan hari minggunya ada kegiatan. Jadi emang enggak muter-muter ke banyak tempat. Enggak tahu mengapa, pasar itu menurut saya selalu menarik. Banyak hal yang bisa kita temui. Dan pas awal-awal karena ketemunya toko pernak-pernik, terus toko kain-kain yang motif dan warnanya cantik-cantik kita jadi lama deh di situ. Terkadang sesuatu hal bisa mengalihkan tujuan awal kita. Pas gitu, nyadarin diri kembali ke tujuan awal dan enggak kerasa, waktu udah sore aja.

Kalau memang udah nyampe ke tujuan awal, yah terserah deh yak mau muter-muter lagi juga. Tapi ternyata kita kurang pagi sepertinya. Jadinya emang udah kesorean banget. Dikira jam yang kita ambil itu udah paling pagi, ternyata emang masih ada yang lebih pagi. Sebenarnya belum puas juga ngerasa belum kemana-mana. Tapi akhirnya bisa terobati juga sih, keinginannya kesampean. 

Sebenarnya waktu itu juga pernah muter-muter ke tanah abang, nyari toko favorit yang bisa di list kalo mau kesini lagi. Tokonya yang lengkep serba ada gitu yang khusus crafting. Tapi ternyata memang belum nemu. Rata-ratanya khusus, misalkan kalau pernak-pernik ya semuanya pernak-pernik. Harus grosiran dan kadang barangnya harus mesen dulu. Sedangkan kalau di Bandung, saya udah nemu tuh tempatnya. Tokonya lengkep banget, kalau itu toko deket rumah kayanya bakalan seneng banget bisa eksperimen banyak hal.

Saya sangat amaze sama orang-orang Bandung yang super kreatif banget. Rata-rata entah itu clothing, sepatu, tas, barang-barang handmade, fashion itu produk dari Bandung. Dan emang kalau menurut saya, mereka terfasilitasi akan hal itu. Maksudnya memang sepertinya lingkungannya mendukung tinggal maunya aja. Setiap daerah memang punya keunikan dan potensi masing-masing. Misalkan Bandung yang terkenal dengan kreatif dan kulinernya.  Kalo di Banten sendiri, mungkin karena termasuk provinsi yang memang masih baru, jadi masih sedang berkembang. Di Banten, karena memang banyak industri jadi semacam pembuatan produk mungkin masih segelintir dan mungkin sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah. 

Saya berharap di daerah saya sendiri bisa ada perlengkapan crafting selengkap yang ada di Bandung. Biar akses terhadap bahan-bahan pembuatan produk itu bisa lebih mudah. Memang sih kita tetanggaan sama ibukota yang sebenarnya lengkap juga. Tapi dari segi jarak dan waktu numayan juga.